Sejarah

Bangunan SMP Negeri 6 Yogyakarta dahulu merupakan bangunan  HIS (Hollandsche Indlandsche School). Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1915 atas usulan Budi Utomo, yang menginginkan adanya kemajuan kebudayaan dan pendidikan bagi kaum bumi putera. Hal tersebut dikemukakan pada waktu Budi Utomo melaksanakan Kongres I (pertama) pada tanggal 3-5 Oktober 1908 di gedung Kweekschool, Jetis, Yogyakarta. Usulan itu dimunculkan sebagai  adanya respon  Politik  Etika Belanda yang mulai dijalankan Pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1907.

Keberadaan HIS di Jetis merupakan salah satu Sekolah Kelas I negeri di Yogyakarta yang sudah diajarkan bahasa Belanda dengan lama pendidikan 7 tahun. Sekolah sejenis HIS di Yogyakarta lainnya antara lain : HIS Pojokusuman, Keputran, Muhammadiyah, Yayasan Netral dan Zending. Perlu diketahui, bahwa wilayah sekitar Jetis merupakan salah satu kawasan tempat pengembangan fasilitas pendidikan masa kolonial untuk Yogyakarta bagian utara. Bangunan-bangunan sekolah lainnya yang didirikan di Jetis antara lain : Kweekschool (sekarang SMA N 11), Sekolah latihan guru (sekarang SD Jetisharjo), dan Princes  Juliana School (sekarang STM).

Pada masa pendudukan Jepang, bangunan HIS dipergunakan untuk Sekolah Rakyat. Perubahan nama tersebut juga dialami sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga lainnya yang menggunakan nama berbahasa Belanda. Pada masa perang Kemerdekaan II (Clash II), ketikaBelanda menduduki Ibu Kota Republik Indonesia antara tahun 1948 sampai 1949, bangunan HIS dipakai sebagai salah satu markas Belanda. Setelah Yogya kembali atau pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda tahun 1949, bangunan tersebut dipergunakan lagi untuk fasilitas pendidikan.

Pada tahun 1950-an bangunan tersebut dipergunakan untuk SGA (Sekolah Guru A) sampai dengan tahun 1962. Mulai tahun 1962 sampai dengan  sekarang bangunan tersebut dipergunakan untuk bangunan SMP Negeri 6 Yogyakarta (merupakan gabungan dari SGB Mlati, SGB Imogiri, dan SGB I Jetis, Yogyakarta yang berdiri pada tanggal 1 Agustus 1960), kemudian SGA menempati bangunan berkas SGB I.